KISAH PENCIPTAAN NABI ADAM -عليه السلام-
Kisah tentang penciptaan Adam alaihissalam, Allah tabaraka wa ta‘ala telah menyebutkannya di banyak tempat dalam Kitab-Nya yang mulia. Di antaranya Allah berfirman:
﴿وَإِذ قَالَ رَبُّكَ لِلمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجعَلُ فِيهَا مَن يُفسِدُ فِيهَا وَيَسفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحنُ نُسَبِّحُ بِحَمدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعلَمُ مَا لَا تَعلَمُونَ وَعَلَّمَ آدَمَ الأَسمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُم عَلَى المَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُم صَادِقِينَ قَالُوا سُبحَانَكَ لَا عِلمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ العَلِيمُ الحَكِيمُ قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئهُم بِأَسمَائِهِم ۖ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسمَائِهِم قَالَ أَلَم أَقُل لَّكُم إِنِّي أَعلَمُ غَيبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرضِ وَأَعلَمُ مَا تُبدُونَ وَمَا كُنتُم تَكتُمُونَ﴾
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?’ Dia berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, lalu berfirman: ‘Sebutkan kepada-Ku nama-nama semua itu jika kamu benar.’ Mereka berkata: ‘Maha Suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.’ Dia berfirman: ‘Wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu.’ Maka setelah Adam memberitahukan kepada mereka nama-nama itu, Allah berfirman: ‘Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan?’” (QS. Al-Baqarah: 30-33)
Bahan Penciptaan Adam Menurut Al-Qur’an
Allah tabaraka wa ta‘ala juga menjelaskan bahwa Dia menciptakan Adam dari tanah, menciptakannya dari tanah liat, menciptakannya dari tanah liat kering seperti tembikar yang berasal dari lumpur hitam yang berubah, serta menciptakannya dari tanah liat yang lengket.
﴿إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ﴾
“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah ia.” (QS. Ali Imaran: 59)
﴿وَلَقَد خَلَقنَاكُم ثُمَّ صَوَّرنَاكُم ثُمَّ قُلنَا لِلمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبلِيسَ لَم يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسجُدَ إِذ أَمَرتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيرٌ مِّنهُ ۖ خَلَقتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقتَهُ مِن طِينٍ﴾
“Sungguh Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami membentukmu, lalu Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud kecuali Iblis; ia tidak termasuk golongan yang bersujud. Allah berfirman: ‘Apakah yang menghalangimu sehingga kamu tidak bersujud ketika Aku memerintahkanmu?’ Ia berkata: ‘Aku lebih baik darinya. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’” (QS. Al-A'raf: 11-12)
﴿وَلَقَد خَلَقنَا الإِنسَانَ مِن صَلصَالٍ مِّن حَمَإٍ مَّسنُونٍ وَالجَانَّ خَلَقنَاهُ مِن قَبلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ وَإِذ قَالَ رَبُّكَ لِلمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن صَلصَالٍ مِّن حَمَإٍ مَّسنُونٍ فَإِذَا سَوَّيتُهُ وَنَفَختُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ فَسَجَدَ المَلَائِكَةُ كُلُّهُم أَجمَعُونَ إِلَّا إِبلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ قَالَ يَا إِبلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ قَالَ لَمْ أَكُن لِأَسجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقتَهُ مِن صَلصَالٍ مِّن حَمَإٍ مَّسنُونٍ﴾
“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang berubah. Dan jin telah Kami ciptakan sebelumnya dari api yang sangat panas. Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang berubah. Maka apabila Aku telah menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya ruh dari-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.’ Lalu para malaikat pun bersujud semuanya, kecuali Iblis; ia enggan untuk bersama orang-orang yang bersujud. Allah berfirman: ‘Wahai Iblis, apa yang menghalangimu sehingga kamu tidak termasuk orang-orang yang bersujud?’ Ia berkata: ‘Aku tidak akan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang berubah.’” (QS. Al-Hijr: 26-33)
Asal penciptaan itu adalah bahwa Allah Mahasuci dan Mahatinggi mengambil segenggam tanah dari bumi, lalu menciptakan Adam darinya. Dalam segenggam tanah tersebut terkumpul seluruh warna tanah bumi; karena itulah anak-anak Adam datang dengan berbagai warna. Segenggam tanah itu dibasahi Allah Ta‘ala dengan air, kemudian dibiarkan dalam waktu tertentu hingga mengeras dan menjadi tanah liat kering.
Tanah liat kering adalah tanah liat yang telah mengeras. Tanah liat jika dibakar dengan api disebut tembikar. Jika tidak dibakar dengan api, namun dibiarkan hingga mengeras, ia disebut shalshal. Maka firman Allah Ta‘ala:
﴿خَلَقَ الإِنسَانَ مِن صَلصَالٍ كَالْفَخَّارِ﴾
"Allah ciptakan manusia dari tanah liat yang mengeras hingga menyerupai tembikar." (QS. Ar-Rahman: 14)
Jika dikatakan berasal dari kata shalshala yang bermakna berbunyi, atau dari shalla yang bermakna berubah, maka tanah liat yang dibiarkan dalam waktu lama akan membusuk, menghitam, dan berbau, lalu menjadi lumpur hitam yang berubah. Jika kemudian mengering dan mengeras, ia menjadi seperti tembikar. Tanah liat yang lengket adalah tanah yang melekat dan mengeras. Lumpur hitam yang berubah adalah tanah hitam yang berubah warna dan baunya.
Dan Allah Mahasuci lagi Mahatinggi telah menciptakan Adam dengan tangan-Nya, membentuknya, dan menjadikan tingginya enam puluh hasta. Dari Abu Musa Al-Asy‘ari رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
«إن الله خلق آدم من قبضة قبضها من جميع الأرض، فجاء بنو آدم على قدر الأرض: فجاء منهم الأبيض والأحمر والأسود وبين ذلك، والسهل والحزن وبين ذلك، والخبيث والطيب وبين ذلك»
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bumi. Maka anak-anak Adam datang sesuai dengan kadar tanah itu: di antara mereka ada yang putih, merah, hitam, dan di antara itu; ada yang lembut dan keras; ada yang buruk dan baik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata: hasan sahih)
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«خلق الله آدم وطوله ستون ذراعاً، ثم قال: اذهب فسلم على أولئك النفر من الملائكة فاستمع ما يجيبونك، فإنها تحيتك وتحية ذريتك. فقال: السلام عليكم، فقالوا: السلام عليكم ورحمة الله. فزادوه ورحمة الله. فكل من يدخل الجنة على صورة آدم، فلم يزل الخلق ينقص حتى الآن»
“Allah menciptakan Adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian Dia berfirman: ‘Pergilah dan ucapkan salam kepada para malaikat itu, lalu dengarkan apa yang mereka jawab kepadamu, karena itulah salam bagimu dan salam bagi keturunanmu.’ Adam berkata: ‘Assalamu‘alaikum.’ Mereka menjawab: ‘Assalamu‘alaikum wa rahmatullah,’ lalu mereka menambahkan ‘wa rahmatullah’. Maka setiap orang yang masuk surga akan berada dalam rupa Adam. Sejak saat itu, makhluk terus berkurang ukurannya hingga sekarang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sumber: Qiṣaṣu al-anbiyā’i al-qaṣaṣu al-ḥaqq hlm. 28-31


